Sabtu, 28 Mei 2011

Cara Hidup

Jangan memperlakukan orang dengan sikap membeda-bedakan, orang miskin harus kita layani seperti kita melayani orang kaya, bahkan dengan perhatian yang lebih besar, karena sikap ini lebih sesuai dengan cara hidup Yesus di dunia

St. Vincentius a Paulo

Sabtu, 21 Mei 2011

HADIR SEBAGAI PENGHIBUR (catatan seorang imam)

Akh..sahabat, sudah beberapa waktu aku hadir di tengah-tengahmu. Banyak kesempatan indah dan berharga yang saya dapatkan bersamamu, tetapi yang paling berharga adalah keterbukaan hatimu untuk menerima aku sebagai sahabat dalam menggeluti perjuangan iman bersama. Hal ini nampak dengan banyaknya sapaan dan ajakan untuk dijadikan sahabat dalam berbagai macam pergulatan hidup dan pengalaman iman. Ya, “menjadi sahabat”, sahabat yang membawa penghiburan; inilah mungkin ungkapan yang paling tepat untuk merumuskan inti kehadirannku di tengah-tengah orang lain, sebagai seorang imam yang masih “bau kencur”, dan mungkin juga kehadiranmu satu bagi yang lain.

Sahabat yang menghibur
Kehadiran kita bagi orang lain, khususnya bagi yang sedang “menderita” sangat berarti untuk memberi penghiburan. Penghiburan sendiri nampaknya sudah begitu biasa, bahkan karena begitu biasanya sampai kehilangan maknanya yang terdalam. Seorang Stevanie pernah begitu ragu-ragu untuk diajak mengunjungi Mama Yossie yang sudah hampir tiga bulan tergolek di Rumah Sakit oleh karena berbagai rombongan penyakit yang bersarang dalam tubuhnya. Stevanie begitu ragu karena tidak tahu kata-kata penghiburan macam apa yang mampu diucapkannya, atau pemberian apa yang paling tepat bagi Mama Yossie yang secara medis jelas tidak ada harapan sedikitpun untuk hidup. Namun akhirnya ia datang juga. Alangkah terkejutnya ia ketika tiba-tiba Mama Yossie memeluknya dengan haru dan mengungkapkan keterharuannya atas kehadirannya. Bukan lagi oleh-oleh yang diharapkan Mama Yossie, bukan juga kata-kata indah penuh penghiburan, namun ia masih mengharapkan seseorang yang mau "hadir" bersamanya, hadir untuk menghadapi kenyataan hidupnya itu. Inilah yang begitu ia rindukan. Saat itu Stevanie sedikit terbuka akan apa itu penghiburan yang sesungguhnya.

Penghiburan Kristiani
Penghiburan ternyata bukan pertama-tama bantuan psikologis atau emosianal, yang mengalihkan perhatian orang dari kematian pada dunia akhirat. Banyak orang dalam memberi penghiburan seringkali memberi harapan akan “hidup yang lebih bahagia nanti”, atau “hidup yang akan datang” kepada orang yang memang sudah “hopeless”. Hiburan dalam rangka iman kristiani mungkin dapat diartikan sebagai daya kekuatan yang membuat orang menjadi mampu untuk penuh kepercayaan dan tanpa menipu diri menghayati hidupnya dalam segala kekayaan, hidup yang terbatas dan terancam, ataupun hidup yang dirundung oleh kuasa kejahatan yang mengikatnya; mampu karena Allah menyertainya. Maka penghiburan kristiani berhubungan erat dengan inti iman dalam seluruh hidup dan dalam menanggung seluruh hidup. Itulah sebabnya bahwa penghiburan yang diberikan oleh Kitab Mazmur begitu “bertahan” di tengah-tengah segala nasib hidup manusiawi. Mazmur-mazmur mampu memberi penghiburan, karena menyediakan bahasa dan ungkapan bagi manusia dalam segala situasi hidupnya; ada mazmur kepercayaan, mazmur ratapan, mazmur permohonan, mazmur pujian, dan sebagainya.
Kitab Ayub memberi nuansa lain dalam memahami makna penghiburan. Penghiburan yang diterima oleh Ayub tidak terletak dalam manusia Ayub yang menerima begitu saja kemalangan yang menghancurkan dia, atau dalam harapannya akan dunia yang lebih baik. Bagi Ayub nasib malang tidak masuk akal, tidak ada artinya, dan tidak adil. Kendati Ayub mengabdi Allah dan percaya kepada-Nya namun dibiarkan hidup dalam penderitaan. Maka Allah pun nampak bukan sebagai penghibur atau Bapa yang murah hati. Namun Allah memperbolehkan Ayub bicara. Bagi Ayub, Allah adalah partner untuk mengeluh dan sasaran keluhannya. Karena ada Allah, kesepian Ayub menjadi medan di mana Ayub menjadi diri sendiri.
Kisah sengsara sepadan dengan kisah penghiburan Ayub. Allah menghampiri Yesus justru dengan tidak turun tangan dan dengan tidak membantu Yesus. Sangatlah mengherankan bahwa penderitaan yang berakhir dengan jeritan putus asa: “Allah, mengapa Engkau meninggalkan Daku?”, di kemudian hari justru menjadi ungkapan yang dengan tidak habis-habisnya menyuarakan pengalaman hiburan manusiawi. Di situlah Allah dialami secara baru, lain dari pada pengalaman Allah sebelumnya. Ia tidak memperlihatkan diri lagi sebagai Allah yang mahakuasa melainkan sebagai Allah yang bersama Yesus ikut mengalami ketidakmampuan dalam kematian.
Pengalaman akan Yesus yang bangkit tidak pertama-tama suatu pewahyuan akan hidup yang akan datang. Peristiwa paska tidak mewahyukan apa-apa tentang hidup yang akan datang. Sebaliknya Kristus yang bangkit mulia hadir dalam dunia manusia dan dalam jaman manusia sekarang. Dengan kata lain kebangkitan Yesus tidak menggambarkan dunia baka, sebaliknya kebangkitan menghantarkan keabadian ke dalam jaman sekarang, dunia baka ke dalam dunia manusia, hidup Allah ke dalam hidup dan kematian manusia. Dengan demikian Allah tampil sebagai akhir segala masa dan batas segala penderitaan; segala sesuatu mendapat batasnya bukan pada dirinya sendiri, melainkan dalam Allah.
Mengalami penghiburan Allah berarti mengalami bahwa Allah sungguh hadir dalam situasi hidup kita sekarang ini. Yesus, sebagai Sabda yang menjadi daging dan tinggal di antara kita, akan tetap menyertai kita sampai akhir jaman. “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku akan kembali kepadamu” (Yoh 14:18). “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kami. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku,..” (Yes 46:4, 49:16).

Dihibur menjadi penghibur
Yesus mengeluh akan sikap orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, “Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari; kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.” (Luk 7:32)Demikian juga betapa sering hati kita tidak tergerak sedikitpun akan “tiupan seruling” dan “kidung duka” sesama kita. Sering kita bagaikan Stevanie yang terus menerus hidup dalam keraguan akan makna kehadiran kita bagi orang lain, khususnya bagi sesama yang membutuhkan penghiburan. Pengalaman kita yang telah “dihibur” hendaknya menjadi pengalaman kita untuk “menghibur”. Kita memang boleh ragu untuk hadir bagi sesama kita kalau kita sendiri tidak mengalami penghiburan, yakni pengalaman Allah yang senantiasa hadir dalam hidup kita, yang kadang hanya seperti yang dialami Ayub. Pengalaman akan Allah yang hadir dalam hidup kita hendaknya membawa kita untuk membantu sesama dalam menghayati kehadiran Allah dalam hidupnya yang konkret, entah dalam suka maupun duka, dalam harapan maupun kecemasan. Pengalaman penghiburan ini membuat orang berani menatap hidupnya secara konkret karena Allah menyertai. “Janganlah takut.... Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak membakar engkau”(Yes 43:1-2).

Maka “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang menangis! Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama;...(Rom 12:14-15a).

Andreas Suparman SCJ

Jumat, 18 Maret 2011

Panti Asuhan St. Maria "PASANG SURUT"

Riwayat Panti Asuhan Santa Maria Pasang Surut
Pada Tahun 1983 bulan Januari, Pastor P. Abdi mendapat tugas dari pimpinan Gereja untuk membina spiritual keagamaan umat Katolik di daerah Pemukiman Transmigrasi Pasang Surut yang meliputi daerah Telang I dan II MUBA, daerah Upang MUBA, daerah Air Saleh I dan II MUBA, daerah Air Sugihan MUBA dan daerah Air Sugihan OKI.

Minggu, 13 Maret 2011

Apakah Katolik Sudah Selamat ?


Jaminan Keselamatan?
Ada beberapa topik yang lebih membingungkan mengenai keselamatan. Lebih-lebih pertanyaan standard yang ditanyakan oleh Fundamentalis: “Apakah kamu telah diselamatkan?” Pertanyaan tersebut juga bermaksud: ”Apakah kamu berharap bahwa kamu memiliki jaminan keselamatan?” Evangelis dan Fundamentalis berpikir bahwa mereka memiliki jaminan absolut.

Yang harus dilakukan hanyalah “menerima Kristus sebagai Juru Selamat pribadi,” dan selesai. Mereka mungkin menjalani hidup yang patut diteladani setelahnya, tetapi hidup baik bukanlah hal yang krusial dan pastinya tidak mempengaruhi keselamatan mereka.

Kenneth E. Hagin, seorang evangelis televisi pantecostal yang terkenal dari “Word Faith” sayap dari protestanism, menyatakan bahwa jaminan keselamatan ini datang dengan cara “hidup baru” : “Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." (Yoh3:3). Meskipun banyak dari teology Hagin yang dianggap aneh dalam lingkup protestan, penjelasannya mengenai lahir baru dapat didukung oleh jutaan evangelis protestan. Dalam bukletnya, The New Birth (Kelahiran Baru), Hagin menulis, “ Kelahiran baru adalah keharusan untuk diselamatkan. Melalui kelahiran baru, kamu tiba pada hubungan yang benar dengan Allah”

Menurut Hagin, ada beberapa hal yang bukan merupakan lahir baru. “Lahir baru bukanlah: sakramen krisma, keanggotaan gereja, baptisan air, menerima sakramen, melakukan tugas-tugas religius, menerima Kekristenan secara intelektuil, keorthodokan iman, pergi ke gereja, berdoa, membaca Alkitab, bermoral, beradab, melakukan hal-hal yang baik, melakukan yang terbaik, ataupun hal-hal lain yang dipercaya dapat menyelamatkan.” Mereka yang menerima kelahiran baru “melakukan satu hal yang perlu: menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi dengan cara bertobat dan berbalik kepada Allah dengan sepenuh hati layaknya anak kecil.” Hanya diperlukan satu tindakan berdasarkan kehendak, ia menjelaskan. Tapi benarkah itu? Apakah Alkitab mendukung konsep ini?

Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan akhir seseorang tergantung pada keadaan dari jiwanya pada saat kematian. Sebagaimana Yesus sendiri katakan pada kita,”Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Mat24:13 ; Mat25:31-46). Seseorang yang meninggal dalam keadaan bersahabat dengan Allah (dalam keadaan berahmat) akan pergi ke surga. Seseorang yang meninggal dalam keadaan permusuhan dan pemberontakan terhadap Allah (dalam keadaan dosa berat) akan pergi ke neraka.

Bagi beberapa fundamentalis dan evangelis, itu tidak membuat perbedaan – sejauh keselamatan yang menjadi perhatian – bagaimana kamu hidup atau mengakhiri hidup kamu. Kamu dapat menuju podium altar, mengumumkan bahwa kamu telah menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi kamu, dan selama anada benar-benar mempercayainya, kamu telah selamat. Sejak saat itu tidak ada lagi yang dapat kamu lakukan, tidak ada satu dosa pun yang dapat kamu lakukan, tidak perduli bagaimana pun mengerikannya, yang dapat membuat kamu kehilangan keselamatan kamu. Kamu tidak dapat melepaskan keselamatan kamu, walaupun kamu menginginkannya.

Tidakkah ini terdengar terlalu indah untuk terjadi? Ya, akan tetapi, ini adalah sesuatu yang diklaim oleh banyak protestan. Lihatlah apa yang dikatakan Wilson Ewin, pengarang buklet “There is Therefore Now No Condemnation (Karenanya sekarang tidak ada hukuman)”. Dia menulis bahwa “seseorang yang menempatkan imannya dalam Tuhan Yesus Kristus dan darahnya mengalir di Kalvary adalah selamanya aman. Dia tidak akan pernah kehilangan keselamatannya. Tidak ada pelanggaran pribadi dari hukum Allah ataupun hukum manusia ataupu perintah Allah yang dapat membatalkan status tersebut.”

“Untuk mengingkari jaminan keselamatan berarti mengingkari penebusan sempurna Kristus,” bantah Ewin, dan ini adalah sesuatu yang dikatakannya hanya karena dia bingung antara penebusan yang dilakukan Kristus untuk kita secara objektif dengan penghargaan pribadi kita atas penebusan itu. Sebenarnya dalam satu arti, kita semua telah ditebus oleh kematian Kristus di kayu salib – Kristen, Yahudi, Muslim, bahkan penganut animisme di hutan yang gelap (1Tim2:6 ; 1Tim4:10 ; 1Yoh2:2) – tetapi penghargaan pribadi kita atas apa yang disiapkan Kristus adalah tergantung atas respon kita.

Yang pasti, Kristus memang mati di kayu salib sekali untuk selamanya dan telah memasuki tempat suci di surga untuk hadir dihadapan Allah mewakili kita. Kristus telah secara berlimpah menyiapkan keselamatan kita, tapi itu tidak berarti bahwa tidak ada proses yang melibatkan kita secara pribadi. Jelaslah, ada (proses), atau (kalau tidak) kita akan diselamatkan dan dibenarkan dari segala keabadian, dengan tanpa perlu bertobat atau memiliki iman atau hal-hal lainnya. Kita telah lahir “selamat”, tanpa perlu dilahirkan lagi. Karena kita tidak (lahir baru), karena adalah perlu untuk mereka yang mendengar Firman untuk bertobat dan menjaganya, ada waktunya dimana kita datang untuk berdamai dengan Allah. Dan karenanya, kemudian kita, seperti halnya Adam dan Hawa, dapat menjadi tidak berdamai dengan Allah dan, seperti anak yang hilang, perlu untuk kembali dan berdamai lagi dengan Allah, setelah meninggalkan keluarganya.

Kamu Tidak Dapat Kehilangan Surga?
Ewin mengatakan bahwa “tidak ada tindakan yang keliru ataupun perbuatan penuh dosa yang dapat mempengaruhi keselamatan seorang yang percaya. Pendosa tidak dapat melakukan apapun sebagai jasa atas rahmat Allah dan begitu juga sebaliknya, ia tidak dapat melakukan apapun sehingga kehilangan rahmat Allah. Benar, perbuatan dosa selalu merenggangkan persahabatan seseorang dengan Kristus, membatasi kontribusinya atas pekerjaan Allah dan dapat menyebabkan hukuman dari Roh Kudus.”

Satu masalah dalam argumen ini adalah bahwa ini bukanlah mekanisme yang terjadi dalam hidup sehari-hari. Jika seseorang memberi kita sesuatu sebagai rahmat –sebagai hadiah- dan walaupun kita tidak melakukan apaapun yang layak atasnya (walaupun biasanya pemberian diberikan karena kita telah menyenagkan seseorang yang memberikan hadiah), tidak mungkin (diberikan) jika tindakan kita tidak sesuai dengan apakah kita dapat menerima hadiah tsb atau tidak. Kita dapat kehilangannya dengan berbagai cara. Kita dapat salah meletakannya, menghancurkannya atau memberikannya kepada orang lain, mengembalikannya ke toko. Kita bahkan harus menyerahkan sesuatu yang telah diberikan karena di waktu mendatang tidak menyenangkan orang yang memberikannya - seperti ketika seseorang ditunjuk untuk menduduki posisi khusus tetapi kemudian diturunkan dari posisi tersebut karena kesalahan management.

Argumen tidak lebih baik ketika seseorang berbalik pada Alkitab, sebagaimana seseorang dapat menemukan Adam dan Hawa, yang menerima rahmat Allah dengan sikap cara dan keadaan yg menghilangkan karunia bagaikan siapa saja dijaman ini, lebih pastinya telah kehilangannya – dan kehilangan rahmat tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi untuk kita juga. (bdk Rom11:17-24). Ketika ide bahwa apa yang diterima tanpa jasa tidak dapat hilang karena perbuatan menjadi semacam daya tarik yang indah untuk beberapa orang, itu tidak dapat dipertanggungjawabkan ketika dibandingkan dengan hal yang sebenarnya – entah itu dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam Alkitab.

Mengenai masalah apakah seorang Kristen memiliki jaminan keselamatan “absolut”, tanpa perduli tingkah laku mereka, pertimbangkan peringatan yang diberikan Paulus: “Perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.” Rom11:22 ; Ibr10:26-29 ; 2Pet2:20-21.


Dapatkah Kamu Mengetahui?
Berhubungan dengan masalah apakah seseorang dapat kehilangan keselamatannya adalah pertanyaan apakah seseorang dapat tahu secara yakin sepenuhnya mengenai keadaan keselamatannya. Walaupun jika seseorang dapat kehilangan keselamatannya, seseorang tetap tidak dapat yakin apakah ia pernah dalam keaadaan diselamatkan. Hal yang sama, walaupun jika seseorang dapat yakin bahwa sekarang dalam keaadaan diselamatkan, ia dapat saja kehilangan keselamatannya kelak. “Pengetahuan” atas keselamatan adalah pertanyaan yang berbeda dengan “kemampuuan untuk kehilangan” keselamatan.

Dari pendengar radio Bible Class dapat diperoleh buklet yang berjudul ‘Can Anyone Know for Sure? (Adakah seseorang dapat begitu yakin?)’ Pengarangnya yang anonim mengatakan “Tuhan Yesus menginginkan pengikutnya untuk sangat yakin akan keselamatan mereka sehingga mereka akan lebih gembira dalam penantian akan surga daripada dalam kemenangan duniawi. “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” (1Yoh5:13)

Saat Alkitab membicarakan mengenai kemampuan kita untuk mengetahui bahwa kita berada dalam keadaan rahmat adalah penting dan harus dianggap serius. Tetapi kita tidak dijanjikan akan dilidungi dari penipuan diri dalam masalah ini. Walaupun pengarang ‘Can Anyone Really Know for Sure? (Adakah seseorang dapat begitu yakin?)’ mengakui bahwa ada keyakinan keliru: “Alkitab Perjanjian Baru mengajarkan bahwa jaminan asli adalah mungkin dan menggiurkan, tetapi juga diingatkan bahwa kita dapat ditipu melalui jaminan keliru. Yesus berabda:’Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.’(Mat7:21)”

Kadangkala Fundamentalis menggambarkan Katolik seolah-olah mereka setiap saat harus berada dalam keadaan ketakutan kehilangan keselamatannya karena Katolik mengajarkan bahwa adalah mungkin kehilangan keselamatan akibat dosa berat. Fundamentalis kemudian berpegang bahwa daripada hidup dalam ketakutan, mereka dapat tenang, yakin mengetahui bahwa mereka akan, faktanya, diselamatkan, dan bahwa tidak ada yang dapat mengubah fakta ini.

Tetapi gambaran ini keliru. Katolik tidak hidup dalam ketakutan abadi mengkhawatirkan keselamatan. Benar, keselamatan dapat hilang akibat dosa berat, tetapi dosa yang demikian adalah mengenai hal-hal yang serius, dan bukan berarti bahwa seorang yang Kristen akan melakukannya secara mendadak, tanpa pemikiran yang hati-hati dan dengan rela. Dan Gereja Katolik juga tidak mengajarkan bahwa seseorang tidak dapat memiliki jaminan keselamatan. Ini benar baik keselamata saat ini maupun yang akan datang.

Seseorang dapat yakin akan keselamatannya saat ini. Ini adalah alasan utama mengapa Allah memberikan Sakramen kepada kita – untuk menyediakan jaminan nyata bahwa Ia secara nyata memberikan rahmatNya kepada kita. Dan seseorang dapat yakin bahwa ia tidak menyia-nyiakan rahmat tersebut hanya dengan memeriksa diri dan introspeksi apakah pernah melakukan dosa berat. Bahkan, ujian Yohanes yang mengawali suratnya membantu kita mengetahui apakah kita berada dalam keadaan rahmat, pada intinya, ujian apakah kita berada dalam dosa besar. Contohnya,” Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.” (1Yoh3:10), “Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.” (1Yoh4:20), “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat” (1Yoh5:3)

Seperti halnya, dengan melihat arah hidup seseorang yang dalam keadaan rahmat dan keputusan hatinya untuk tetap mengikuti Allah, seseorang juga mendapat jaminan akan keselamatannya kelak. Adalah Paulus yang mengatakannya ketika menulis untuk umat Filipi dan mengatakan,” Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (Flp1:6). Ini bukanlah janji untuk semua umat Kristen, atau bahkan bukanlah hal penting bagi gereja di Filipi, tetapi keyakinan bahwa umat Kristen di Filipi secara umum dapat melakukannya. Dasarnya adalah pekerjaan rohani mereka hingga saat itu, dan Paulus merasa perlu untuk menjelaskan kepada mereka bahwa keyakinannya atas mereka memiliki dasar. Karenanya ia berkata, dengan segera, “Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.” (Flp1:7). Fakta bahwa umat Filipi bekerja secara rohani dengan membantu Paulus sewaktu masa tahanan dan jemaat menunjukan bahwa hati mereka ada pada Allah dan bahwa mereka dapat diharapkan, minimal secara umum, akan tekun dan tetap tinggal dalam Allah.

Ada banyak laki-laki dan perempuan kudus Kristen yang karakternya ditandai oleh kegembiraan dan kedamaian rohani yang dalam. Individu semacam ini dapat menantikan dengan yakin pesta mereka di surga.

Individu semacam ini adalah Paulus, yang menulis pada akhir hidupnya,”Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” (2Tim4:7-8). Tetapi sebelumnya, pada masa hidupnya, Paulus tidak menyatakan jaminan yang tidak dapat salah, entah itu atas pembenarannya saat itu ataupun atas rahmat atas dirinya di masa yang akan datang. Mengenai keadaannya saat itu, ia menulis,” Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.” (1Kor4:4). Mengenai sisa hidupnya, Paulus dengan jujur mengakui bahwa ia pun dapat jatuh: “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1Kor9:27). Tentu saja, bagi rohaniwan besar semacam Paulus, adalah tidak terduga dan diluar karakter untuk jatuh dari rahmat Allah. Akan tetapi, ia menunjukan bahwa, bagaimanapun yakinnya ia akan keselamatan dirinya, ia dapat merasa yakin, walaupun ia tidak dapat yakin sepenuhnya tanpa salah akan keadaannya saat itu ataupun arah hidupnya dimasa yang akan datang.

Hal yang sama adalah berlaku bagi kita. Kita dapat, jika hidup kita menunjukan ketekenunan dan buah rohani, memiliki tidak hanya keyakinan mengenai keadaan rahmat kita saat ini tetapi juga ketekunan kita di masa yang akan datang di dalam Allah. Tetapi kita belum dapat memiliki kepastian yang tidak dapat salah akan keselamatan kita sendiri, seperti yang diakui banyak protestan. Ada kemungkinan menipu diri sendiri (bdk. Mat7:22-23). Sebagaimana Yeremia menyatakannya,” Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” (Yer17:9). Ada juga kemungkinan jatuh dari keadaan rahmat akibat dosa berat, dan bahkan jatuh dari iman sepenuhnya, sebagaimana yang dikatakan Yesus kepada kita, ada yang “percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.” (Luk8:13). Dengan terang akan peringatan dan nasehat ini, kita harus mengerti pernyataan positif Alkitab mengenai kemampuan kita untuk mengetahui dan memiliki keyakinan akan keselamatan kita. Jaminan mungkin kita miliki tetapi kepastian tidak kita miliki.

Sebagai contoh, Flp2:12 mengatakan: “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar.” Ini bukanlah pernyataan akan jaminan yang penuh keyakinan. Keselamatan kita adalah sesuatu yang harus selalu diusahakan.


Apa Yang Harus Dikatakan
“Apakah kamu sudah selamat?” tanya Fundamentalis. Seorang Katolik seharusnya menjawab: “Sebagaimana dikatakan Alkitab saya telah diselamatkan (Rom8:24 ; Ef2:5-8), tetapi saya juga sedang diselamatkan (2Kor2:15) dan saya harap saya akan diselamatkan (Rom5:9-10 ; 1Kor3:12-15). Sebagaimana rasul Paulus, saya sedang mengerjakan keselamatan saya dengan takut dan gentar (Flp2:12), dengan harapan dan keyakinan akan janji Kristus (Rom5:2 ; 2Tim2:11-13)”


NIHIL OBSTAT: Aku telah menyimpulkan bahwa materi yang dipaparkan dalam tulisan ini bebas dari kesalahan doktrinal dan moral. Bernadeane Carr, STL, Censor Librorum, 10 Augustus 2004.
IMPRIMATUR: Berdasarkan 1983 CIC 827 ijin untuk diterbitkan telah diberikan. +Robert H. Brom, Uskup San Diego, 10 Augustus 2004
Terjemahan oleh Ekaristi dari Catholic.com

Kamis, 27 Januari 2011

Info Panggilan Saudara Salib Suci (OSC)

Poster Panggilan Saudara Salib Suci (OSC)

Kawula muda....kami undang kalian mendekati Allah bersama kami Para Saudara Salib Suci (OSC).
Hadir dihadapan Allah sebagai keluarga nyata dalam hidup komunitas, hidup doa dan pelayanan bagi sesama.

TEST CALON OSC akan dilaksanakan pada:

Gelombang I: 14-16 Maret 2011
Gelombang II: 16-18 Mei 2011
Tempat : Novisiat
...
Persyaratan:
1. Surat Lamaran yang disertai Riwayat Panggilan.
2. Foto copy Surat Permandian terbaru.
3. Foto copy STTB SMP dan SMA (1 lembar).
4. Foto copy Raport SMP dan SMA (1 lembar).
5. Foto copy Transkip Nilai (bagi yang sudah pernah/lulus kuliah).
6. Rekomendasi dari Pastor Paroki atau Pastor yang mengenal calon.

.

Bila ingin tahu lebih banyak tentang Para Saudara Salib Suci (OSC). silahkan membuka web OSC :
www.oscgeneral.org 
www.osc.or.id

Senin, 17 Januari 2011

Update Info Posko Merapi 17 - 01 - 2011




Posko Bela Rasa Lereng Merapi, gereja St Petrus dan Paulus Babadan. Dolo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DIY 55584, Kordinator Posko Rm Tri Widodo

Sekali lagi kami mengajukan permohonan kepada para dermawan,
berupa peralatan bertempur team relawan, yang bekerja siang malam tak kenal waktu, tak kenal lelah dan berani pertaruhkan nyawa demi keselamatan jutaan warga.
Peralatan tempur tersebut berupa :
- Handy Talky (HT) * HT : ALINCO DJ190
- dan lampu emergency minimal jarak 50 km - sedikit-dikitnya @ 30 unit.

Alat-alat tersebut akan memudahkan kami dalam memantau datangnya bencana lahar dingin, yang diperkirakan dalam beberapa hari, bila hujan turun bisa menghantam ratusan bahkan ribuan rumah penduduk.

Info ini, mohon share ke berbagai komunitas, relasi syukur ke pejabat terkait yang mampu mengupayakan alat-alat tersebut. Team kami sangat membutuhkan...! Salam kepedulian
(grup dr Bantu MERAPI! (Lingkar MUda))

Untuk Info tambahan silahkan hub :
Tiwi : 082138911114
NB :
1. Lingkar Muda di bawah Keuskupan Agung Semarang.
2. Alamatnya di Wisma Mahasiswa Jl. Wahidin no 54 Yogyakarta. 3. Blog Lingkar Muda

Kamis, 13 Januari 2011

Update Info Posko Merapi 13 - 01 - 2011

Posko Bela Rasa Lereng Merapi, gereja St Petrus dan Paulus Babadan. Dolo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DIY 55584, Kordinator Posko Rm Tri Widodo

membutuhkan :
1. mie instan
2. biskuit
3. air mineral
4. gula pasir
5. garam
6. teh
7. kacang hijau
8. minyak goreng

buat pengungsi sekitar 380 jiwa
asal pengungsi dr daerah kalitengah lor - banaran(cangkringan)

Untuk Info tambahan silahkan hub :
Tiwi : 082138911114 
Relawan bagian logistik Grj St Petrus dan Paulus Babadan.

Minggu, 26 Desember 2010

Selamat Natal....



"Yesus...Jangan datang dalam party Natal gereja kami,
tapi kami mohon sudilah ENGKAU datang keseluruh ...dunia, hapuslah air para Pengungsi, kenyangkanlah stiap perut yang kelaparan, hiburlah kami yang papah & yang disingkirkan dunia, berilah kami pengharapan baru & gemakanlah lonceng Natal dalam hati kami sekarang & sampai waktu kami mati."

Selamat Natal

Bunda Maria dan Yesus


Keluarga Kudus

Keluarga Kudus Nasaret

Dalam Keluarga Kudus, besar dan tumbuh Sang imam abadi Yesus Kristus Tuhan kita, Misionaris Bapa untuk menyampaikan kabar suka cita kepada manusia yang masih hidup dalam kegelapan dosa dan bayang-bayang kematian. Namun ini bukan menjadi alasan utama, Keluarga Kudus disebut Keluarga kudus Mis...ioner tapi karena Keluarga Kudus sungguh menjadi teladan dan sumber inspirasi awal untuk seluruh keluarga Kristiani.
(P. Jean BERTHIER, Le Culte et l’Imitation de la Ste Famille, Paris 1906, p.VIII)

Icon of the Holy Royal Martyrs and Passionbearers

Icon of the Holy Royal Martyrs and Passionbearers

Jumat, 24 Desember 2010

Ucapan Natal berbagai Bahasa


A
Afrikaans: Gese├źnde Kersfees
Afrikander: Een Plesierige Kerfees
African/ Eritrean/ Tigrinja: Rehus-Beal-Ledeats
Albanian:Gezur Krislinjden
Arabic: Milad Majid
Argentine: Feliz Navidad
Armenian: Shenoraavor Nor Dari yev Pari Gaghand
Azeri: Tezze Iliniz Yahsi Olsun


Selasa, 21 Desember 2010

Topeng Natal yang indah


Lilin Natal





Setiap Tahun kita selalu memperingati Natal...
Dan Tiap Tahun kita disajikan kegiatan-kegiatan bertemakan Natal.

Ada yang disebut masa adven / masa persiapan Natal (4 minggu sebelum Natal), Tetapi masa Adven ini selalu dinantikan oleh setiap orang....
Bukan karena ingin mempersiapkan diri dengan merenungkan kembali misteri Kelahiran YESUS, tetapi pesta Discount di mall / toko / gallery butik.....
Orang lebih asik pergi ke Mall yang di hias dengan pernak-pernik Natal....dan outlet yang berlomba discount besar-besaran....daripada datang ke gereja / komunitas untuk mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan YESUS...

Rabu, 15 Desember 2010

TOPENG KEMUNAFIKKAN



KEPALSUAN
tiadakan pernah mengubah diri menjadi KEBENARAN,
skalipun kau dandani dengan busana sutera
dan kau tempatkan dalam istana.

KESERAKAHAN
mustahil menjelma KEPUASAN BATIN,
skalipun kau memiliki berjuta alasan pembenaran.

KETAMAKKAN
thax mungkin berubah menjadi BERKAT,
biarpun kamu balut dengan baju pelayanan.

KEJAHATAN
tidak mungkin berubah jadi KEBAJIKAN,
biarpun kau tutupi dengan banyaknya amal.

PENYESATAN terhadap kebenaran ILAHI
akan senantiasa berujud PENYESATAN,
skalipun kau bungkus dengan hal-hal yang
terlihat rohani dan bersembunyi dibalik
kata kebebasan.

SEMOGA TRI TUNGGAL MAHAKUDUS
SELALU MENJAGA DAN MEMBIMBING KITA

Kamis, 09 Desember 2010

Madonna-and-child-japan

Madonna-and-child-japan


Nativity - Versi Chinese (2)

Nativity - Versi Chinese

Nativity - Versi Persia

Nativity - Versi Persia

Nativity - Versi Chinese

Nativity - Versi Chinese

Nativity - Versi India

Nativity - Versi India

Nativity - Versi Javanese - Indonesia

Nativity - Versi Javanese - Indonesia

Nativity - Versi Korean

Nativity - Versi Korean

Kisah penampakan Bunda Maria di Dong Lu, Cina


Kisah penampakan Bunda Maria di Dong Lu, Cina

Santa Maria dari Adven Baru
Kisah penampakan Bunda Maria di Dong Lu, Cina

Selama berabad-abad, rakyat Cina telah mengalami berbagai penderitaan dan kerusuhan politik. Berjuta-juta orang menjadi korban peperangan dan kelaparan. Para misionaris membawa iman Kristen ke Cina, tetapi hanya mendapat kesuksesan yang terbatas, kecuali jika kemuliaan Santa Perawan Maria Bunda Allah juga ditinggikan. Umumnya rakyat Cina tidak dapat mengerti mengapa Kanak-kanak Yesus bisa dimuliakan sebagai Tuhan, kecuali bunda-Nya juga turut dianggap suci. Oleh karena itu devosi kepada Bunda Maria tumbuh subur di tempat-tempat pemukiman yang berjauhan dimana iman Kristen mulai tumbuh berakar di Cina. Kebanyakan orang di Cina apapun kepercayaannya, pernah mendengar tentang Santa Perawan maria.

Icon Saint Mary - Versi Korean

Icon Saint Mary - Versi Korean

Icon Saint Mary - Versi Chinese (2)

Icon Saint Mary - Versi Chinese

Icon Mary and Jesus - Versi Japanese

Icon Mary and Jesus - Japanese

Icon Saint Mary - Versi Chinese

Icon Saint Mary - Versi Chinese

Bunda Maria Penolong Abadi

Bunda Maria Penolong Abadi

27 JULI : PESTA BUNDA PENOLONG ABADI
Dalam sebuah pelayaran mengarungi samudera, sebuah kapal diterpa badai. Semua penumpang panik termasuk kapten kapal dan anak buahnya. Berbagai usaha telah dicoba agar kapal tidak tenggelam, namun tampaknya sia-sia. Seorang penumpang teringat akan bawaannya. Ia buka bungkusnya dan nampaklah sebuah lukisan Bunda Maria. Sambil memperlihatkan lukisan Bunda Maria di tangannya ia berkata kepada semua penumpang kapal, "Mari kita berdoa mohon perlindungan Maria Bintang Laut."

St. Perawan Maria dari Gunung Karmel

 
St. Perawan Maria dari Gunung Karmel
Gunung Karmel adalah sebuah gunung di dataran Galilea. Gunung Karmel menjadi terkenal pada jaman nabi Elia, nabi yang hidup sebelum Kristus dilahirkan. Elia mengadakan mukjizat di sana. Kitab Pertama Raja-Raja bab 18 mengisahkan

Rabu, 08 Desember 2010

DOA BAPA KAMI



JANGAN katakan BAPA..
Jika kamu tidak berlaku sebagai ''anak'setiap hr..

JANGAN katakan KAMI..
Jika hidupmu penuh dengan 'egois'...

Jadwal Misa Perayaan Natal 2010 + Tahun Baru 2011

Katedral Jakarta

24 Desember: 17.00, 19.30, 22.00
25 Desember: 06.00, 07.30, 09.00*, 11.00**, 18.00
26 Desember: 07.30, 09.00, 10.30, 17.00

31 Desember: Misa Te Deum 18.00


St. Fransiskus Xaverius, - Kuta, Bali

24 Desember: 18.00***, 22.00
25 Desember: 09.00, 18.00
26 Desember: 07.00, 9.30, 18.30***

31 Desember: 18.00
1 Januari: 09.00, 18.00



Keterangan:

* Misa Pontifikal (Dirayakan oleh Uskup)
** Misa anak dan keluarga
*** Misa dalam Bahasa Inggris